Cerita Mini: Lidah “Anak” Kucing

Seperti yang sudah pernah di mention di first post, kue-kue di Lebah Koening memang memiliki cerita dibaliknya.

Kalau ini cerita bagaimana Lebah Koening mulai berjalan. Baca saja cerita dibawah ini untuk lebih lengkapnya yah. Ini bukan rekayasa lho, kejadian nyata Tante dan sepupuku.

Kenapa dinamakan Lidah “Anak” Kucing?

Berikut aku ceritakan sedikit yah asal-usul nama tersebut.

Nah LebahKoening ini bermula dari aktifitas seorang ibu dan anaknya yang sedang mengobrak-abrik resep peninggalan sang nenek.

Sang anak yang berinisiasi sendiri membuat cetakan lidah kucingnya dalam ukuran yang mini-mini. Saat melihat sang ibu terperanjat “Lho kok kecil-kecil sekali Lidah Kucingnya!”

Yang dijawab oleh anaknya “Iya donk Ma, kan biar imut-imut kayak aku. Nanti adonan Mama saja yang ukuran Lidah Kucing dewasa”

Alhasil saat kue tersebut sudah matang, yang laris habis duluan adalah si Lidah Anak Kucing, karena ukurannya yang mini bikin orang penasaran.

Oh yah, selain ukurannya yang mini, rasa Lidah Anak Kucing ini juga “nagih” lho. Tidak bisa deh makan hanya satu keping saja!!

Bosen kan makan lidahnya kucing dewasa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s